Kamis, 30 Oktober 2014

Cerpen Sastra



Mimpi
       
Ku terbangun dari tidurku pagi ini. Teringat sekilas mimpi yang terjadi malam tadi. Melanjutkan langkahku menuju teras rumah, menyapa udara yang berhembus sejuk menusuk ragaku. Ku mencoba melupakan apa yang sekilas telah terjadi, tetapi mimpi itu terus menghantui bagaikan mentari yang selalu muncul di pagi hari, setiap ku terbangun melihat mentari semakin teringat akan mimpi yang tak ingin ku kenang.

Mimpi itu perlahan mulai menakutiku, semakin jelas bayangan mimpi yang datang menghampiri. Ku mulai menjelajahi ingatanku, mencoba menyadari kesalahan apa yang kuperbuat.  Tetapi ingatanku pun begitu gelap bagaikan malam tanpa bintang yang membuat hatiku semakin takut untuk terus mengingat.

Berbagai pertanyaan memenuhi benakku.

“Apa yang telah ku perbuat ?”
“Dosa apa yang kulakukan ?”         
“Mengapa hal ini terus terjadi ?”
“Bagaimana bila mimpi ini akan terus datang, bagaikan awan mendung berwarna kelabu yang akan meniupkan badai?”

Alam semesta selalu punya rahasia untuk disembunyikan, sedangkan kita hanya bisa mencari tahu kebenarannya.

Kesalahan dapat terlupakan, tetapi dapat kembali bersama mimpi.

Cerpen Karangan : Gama Gumelar Tri Wardana