Sabtu, 04 November 2017

Penerapan ISO 9001:2000 Sebagai Standar Teknik dan Manajemen

Ok selamat pagi, sudah setahun rasanya tidak menulis disini lagi. Saat ini saya berkesempatan menulis disini lagi mengenai Penerapan ISO 9001:2000 Sebagai Standar Teknik dan Manajemen. Hal ini penting dibahas karena suatu standar mutu wajib diterapkan pada suatu perusahaan agar kualitas dari perusahaan tersebut tetap terjaga baik dari segi produksi maupun segi manajemennya. Sebelum membahas contoh kasus akan saya jelaskan sedikit mengenai ISO 9001:2000, dimana ISO 9001:2000 adalah persyaratan sistem manajemen mutu yang berisi persyaratan standar yang digunakan untuk mengakses kemampuan organisasi dalam memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang sesuai. Model proses dari ISO 9001 : 2000 terdiri dari lima bagian utama yang menjabarkan sistem manajemen organisasi, sebagai berikut : (Vincent Gaspersz, 2001, hal 2 )
1. Sistem manajemen kualitas (Bagian 4 dari ISO 9001 : 2000)
2. Tanggung jawab manajemen (Bagian 5 dari ISO 9001 : 2000)
3. Manajemen sumber daya (Bagian 6 dari ISO 9001 : 2000)
4. Realisasi produk (Bagian 7 dari ISO 9001 : 2000)
5. Analisis, pengukuran dan peningkatan (Bagian 8 dari ISO 9001 : 2000)

Setelah mengetahui apa itu ISO 9001:2000 sekarang saatnya kita lihat penerapannya dalam suatu perusahaan yaitu PT. MERTEX INDONESIA yang dikutip dari artikel yang dapat diunduh disini. Berdasarkan artikel tersebut PT. MERTEX INDONESIA adalah salah satu perusahaan yang menyadari akan pentingnya sertifikasi tersebut, sehingga pada tahun 2003 secara resmi PT MERTEX INDONESIA mendapatkan sertifikat ISO Seri 9001:2000. Sertifikat standard ISO Seri 9001:2000 ini tidak kekal, suatu saat bisa dicabut. Jika data audit internal yang dilakukan oleh suatu badan audit perusahaan tersebut tidak memenuhi persyaratan yang terdapat dalam elemen-elemen ISO Seri 9000 maka sertifikatnya akan dicabut.

Setelah dilakukan analisa kepada PT. MERTEX INDONESIA menggunakan metode yang ada terdapat 3 kategori dalam perusahaan tersebut dimana jika nilai >80% termasuk kategori baik, jika nilai 70% - 80% termasuk kategori cukup baik dan <70% termasuk kategori kurang baik. Berdasarkan hasil yang didapat dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Dari analisis sistem manajemen mutu di dapat indikator-indikator penyebab menurut ISO 9001:2000 yang harus dilakukan perbaikan oleh PT. MERTEX INDONESIA pada 4 klausul persyaratan ISO 9001:2000 adalah antara lain :
1) Pengendalian Dokumen (69.18%)
2) Validasi Proses (60.86%)
3) Tindakan Korektif (69.37%)
4) Tindakan Preventif (69.03%)

Jadi berdasarkan artikel tersebut terdapat 4 klausul yang masih masuk dalam kategori kurang baik dalam persyaratan ISO 9001:2000. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan perbaikan agar tingkat persentase yang didapat dapat mencapai standar minimum ISO 9001:2000. Ok sepertinya cukup pembahasan mengenai ISO 9001:2000 dalam penerapannya, untuk mengetahhui isi keseluruhan artikel dapat diunduh pada link yang sudah saya berikan diatas. Terima Kasih banyak.

Sumber:
https://www.neliti.com/publications/133671/analisis-sistem-manajemen-mutu-dalam-upaya-mempertahankan-iso-9001-2000-studi-ka