Senin, 27 April 2015

Paper Softskill "Wawasan Nusantara"

Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

Latar belakang
Falsafah pancasila
Nilai-nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nusantara. Nilai-nilai tersebut adalah:
1.    Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing- masing.
2.    Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
3.    Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.

Aspek kewilayahan nusantara
Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena Indonesia kaya akan aneka Sumber Daya Alam (SDA) dan suku bangsa.

Aspek sosial budaya
Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar.mengenai berbagai macam ragam budaya
Aspek sejarah
Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.

Implementasi
Kehidupan politik
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara, yaitu:
1.    Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan mementingkan persatuan bangsa.Contohnya seperti dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip demokratis dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan 
kesatuan bangsa.

2.    Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai dengan hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.

3.    Mengembangkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yamg berbeda, sehingga menumbuhkan sikap toleransi.

4.    Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan untuk meningkatkan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan.

5.    Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps diplomatik sebagai upaya penjagaan wilayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong.

Kehidupan ekonomi
1.    Wilayah nusantara mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutan tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta memeliki penduduk dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, implementasi dalam kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian.

2.    Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antar daerah. Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi daerah dapat menciptakan upaya dalam keadilan ekonomi.

3.    Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat, seperti dengan memberikan fasilitas kredit mikro dalam pengembangan usaha kecil.

Kehidupan sosial
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial, yaitu :
1.    Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, dari segi budaya, status sosial, maupun daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan di semua daerah dan program wajib belajar harus diprioritaskan bagi daerah tertinggal.

2.    Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar budaya.

Kehidupan pertahanan dan keamanan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, yaitu:
1.    Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang mengganggu keamanan kepada aparat dan belajar kemiliteran.

2.    Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.

3.    Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia, terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.

   Sumber : wikipedia

Artikel Softskill "Wawasan Nusantara"


Keramahan Warga Bandung Warnai Puncak Perayaan KAA Hari Ini

Sobih Abdul Wahid - 24 April 2015 18:00 WIB





Metrotvnews.com, Bandung: Citra Indonesia sebagai negara yang berpenduduk ramah sudah tidak dapat diragukan lagi. Hal ini terlihat pada dengan sikap warga Bandung, Jawa Barat, yang kerap melambaikan tangan ke arah mobil rombongan delegasi negara peserta peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika yang melintas di hadapannya.


Jumat (24/4/2015) siang, banyak warga yang berjajar dan melambaikan tangan ke arah rombongan tamu negara yang melintas di Jalan Kebon Kawung, dekat Stasiun Kereta Api, Bandung. Senyum pun merekah di wajah mereka.


“Sebagai tuan rumah yang baik, sebaiknya ya begini (melambaikan tangan) menyapa para tamu yang lewat,” kata salah seorang warga, Sugiarti, 49, kepada Metrotvnews.com, Jumat.


Sugiarti mengaku tidak mendapat instruksi dari siapapun ketika melakukan itu. Sikap spontan tersebut, kata dia, melahirkan rasa kebanggaan tersendiri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.


“Kan bangsa Indonesia terkenal ramah, maka naluriah kami ya seperti ini,” ujar dia.


Hal yang senada dikatakan Eka Septia, 23. Dia berharap, dengan sikap yang ramah tersebut, para tamu negara pulang dengan membawa kesan yang baik terhadap Indonesia.


“Supaya Indonesia semakin dikenal baik,” kata dia.



Ya, dengan membacanya saja saya sudah gembira dan sangat setuju dengan sikap warga Indonesia mengenai acara Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung baru-baru ini. Antusiasme warga Bandung yang sangat tinggi terhadap acara KAA 2015, membuat ramai dan meriah setiap jalan di bandung. Ini menunjukan bahwa warga Indonesia khususnya Bandung memiliki wawasan nusantara yang baik. karena dengan sikap mereka yang menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara yang ramah akan penduduknya, dapat membuat petinggi-petinggi dari negara lain yang menghadiri KAA kali ini meninggalkan kesan yang baik terhadap Indonesia. Untuk itu saya berharap seluruh warga Indonesia memiliki wawasan usantara yang baik, agar Indonesia semakin maju di masa yang akan datang, dan dipandang baik oleh negara lain.



Sumber artikel : metrotvnews.com