Selasa, 13 Oktober 2015

Ibu Kota Jakarta, Harapan atau Keputusasaan?

(Tema : Individu,Keluarga,Masyarakat)


     Semakin hari semakin padat, itulah ungkapan yang bisa disebutkan untuk Jakarta ibu kota Negara Indonesia saat ini. Bagaimana tidak seluruh lapisan individu dari setiap sudut kota di Indonesia pergi untuk mengadu nasib ke ibu kota. Setidaknya jumlah penduduk Kota Jakarta saat ini sudah mencapai 12,7 juta orang pada siang hari dan 9,9 juta orang pada malam hari.
     Rata-rata orang yang datang ke Jakarta adalah mereka yang bertujuan untuk merubah nasib, walaupun mereka tidak memiliki sanak keluarga di ibu kota. Mereka datang karena ajakan dari teman satu kota yang telah bekerja sebelumnya, sehingga mereka tertarik untuk mengais rezeki di ibu kota, bahkan tanpa modal untuk bersaing di ibu kota.
     Banyak yang telah berhasil dan sukses di Jakarta, tetapi tidak sedikit juga yang gagal dan putus asa di Jakarta. Mereka yang berhasil tentu saja dapat bertahan di kerasnya kehidupan ibu kota, tetapi mereka yang kurang beruntung justru malah terjerumus dalam kejamnya ibu kota.
     Kerasnya persaingan di Jakarta menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya orang yang putus asa ketika mencoba mengadu nasib, dari berbagai kalangan pun ikut hadir meramaikan persaingan di ibu kota. Perlu diketahui tidak sedikit dari mereka yang gagal mengadu nasib di ibu kota tidak kembali ke kampung halamannya. Banyak alasan yang menyebabkan mereka tetap tinggal walaupun tidak berhasil di ibu kota. Ada yang tidak punya modal untuk kembali ke kampung halaman sehingga mereka luntang-lantung di setiap sudut ibu kota. Bahkan ada yang menikmati profesinya menjadi seorang "Gepeng" walaupun itu bukanlah hal yang patut untuk dibanggakan.
     Semakin padatnya ibu kota Jakarta membuatnya semakin sulit untuk mencari peluang untuk bertahan. Hanya yang kuatlah yang dapat bertahan. Walaupun begitu tidak dipungkiri Jakarta memang tempat semua harapan dapat tercapai, dan sekaligus tempat keputusasaan berkumpul.

Daftar Pustaka :
www.merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar